Copeland PDF  | Print |  E-mail
INTERROGATIONS & INTERVIEWS

 

Lupakanlah V-neck, guitar-swingin', backflip di panggung, polem emo dan jeans super-ketat untuk sementara. Mari kilas balik sebentar; Buat yang mengalami masa remaja di era '90an pasti inget dong ama indierock/alt-rock pioneers kaya Pavement, Guided By Voices, Sonic Youth, Slint, etc. Nah, ada satu subgenre indierock/alt-rock yang masih underatted sampai sekarang: slow core; Dimana baris depan dan ujung tombaknya adalah lagu-lagu berdurasi lama yang sangat repetetif dan mellow. Bahkan lebih mellow dari Krisye dan Krisdayanti yang di-combine. Yang cukup stand out di sub genre slow core ini adalah Red House Painters, Codeine, Low & Galaxie 500. Bingung? Bayangkan saja jika Copeland dan Death Cab For Cutie tidak memiliki lagu yang upbeat dan dalam sealbum tracklistnya hanya semacam “Coffee” atau “Movie Script Ending” saja. Jika iya, maka mereka akan menjadi band slow core.

Kali ini saya tidak akan membahas tentang slow core atau Death Cab For Cutie. Apalagi Krisdayanti. Copeland. ya. Mereka adalah salah satu band emo yang berhasil mengcombine elemen-elemen terbaik dari slow core, indie rock, dan pop. Vokalis Aaron mengaku sangat menyukai Radiohead era “OK Computer” (siapa sih yang ga suka “OK Computer”?) dan belakangan ini permainan gitar Stephen banyak mengambil referensi dari Broken Social Scene. It's also one of his favourite band too. Sebuah hotel ala Romawi dia daerah Bandung Utara menjadi tempat perbincangan yang hangat antara Saya dengan Aaron Marsh (vokal, gitar, piano), Jonathan Bucklew (drum), Stephen Laurenson (gitar) dan Bryan Laurenson (gitar). Walaupun mereka terlihat ramah dan punya sense of humor yang tinggi, mereka lebih tertarik untuk membicarakan musik dengan serius, dan prefer hal-hal teknikal dibanding obrolan mengenai hal lain diluar musiknya. Passion before fashion! Cool!

Saya membuka obrolan ringan ini dengan menanyakan konsep musik mereka, dimana album “In Motion” adalah versi pop dari “Beneath Medicine Tree” dan “Eat, Sleep, Repeat” adalah “OK Computer” versi Copeland dengan produksi yang canggih dan multi-instrumentasi analog yang terdengar hangat di telinga. “Apakan You Are My Sunshine upaya untuk menjembatani aransmen kompleks Eat Sleep repeat dengan nada-nada pop di In Motion?” saya tanya. “Yeah, Sunshine lebih difokuskan kepada penulisan lagunya sendiri. Kita pun memulai band ini berdasarkan lagu. A song-based band. Dan (akhirnya) sampai pada titik dimana kita membutuhkan instrumentasi dan produksi yang lebih canggih untuk album Eat Sleep Repeat. Hmmm.... Yeah you're right. Album You Are My Sunshine adalah napak tilas kita untuk kembali pada jalur song writing yang sederhana.” menurut Aaron.

Saya sempat membaca kutipan interview 2006 mereka di Absolutepunk.net, dimana Aaron berbicara mengenai show Copeland: “I think there is a big difference between people who are looking to come to a show, and those who want to hear songs. I think people who are looking to hear songs, and are really in it for the music would appreciate a Copeland show, whereas people who are in it for the excitement and the spectacle aren’t going to have much fun.” Saya menunggu tanggapan Aaron mengenai komentarnya dulu itu di era sekarang dimana V-neck, jeans ketat dan T-shirt band lebih laku ketimbang plat, CD dan apresiasi penonton terhadap lirik dan aransmen semakin berkurang. “Lalu bagaimana dengan younger audience yang tidak mengerti esensi dari pertunjukkan Copeland? Because You've guys definetly not doing any backflips and guitar swings right? Haha..” Aaron menjawab dengan sigap “Yeah. Definetly. Haha. But our audiences get it. Pokoknya bagi mereka pecinta melodi, lirik dan harmonisasi musik akan menyukai show kita. Tapi bagi pecinta backflips. Sori sori aja.. haha”.

Dan jika berbicara mengenai cover version, Copeland is the king. Selain pernah merilis EP Knows Nothing Stays The Same (2004) yang berisikan 5 lagu kover, mereka juga sempat terlibat di kompilasi Policia! (tribute to the police yang dirilis oleh label mereka, The Militia Group) bareng band-band seperti Fall Out Boy dan Underoath, Copeland juga pernah mengkover Soundgarden (Punk Goes '90s), Billy Joel, The Police, Stevie Wonder, Phil Collins, bahkan Berlin. Saya tanya “So guys, what makes a good cover song? Apakah versi yang menawarkan aransmen yang tetap setia kepada versi originalnya atau interpretasi lain sebebas bebasnya?” menurut mereka, “Kita di Copeland sangat menyukai cover version yang diberi sedikit sentuhan dari band yang membawakannya tapi tetap memegang teguh spirit lagu aslinya.”. Overall, Jonathan memberi thumbs up kepada promotor Nada Promotama karena telah mentreat band ini dengan baik dan memberikan salah satu headlining shows terbesar untuk Copeland. Udara sangat dingin karena sesi interview dilakukan di cafe outdoor tingkat 5 Hotel tempat Press Conference. Waktu sudah menunjukkan pukul 12 malam. Saya mengakhiri interview ini dengan sebuah pertanyaan terpenting di abad ini:

Saya: “Do you guys watch a lot of Top Gun these days? Cause you're covering Berlin's song which is in the Top Gun Soundtrack! Hahaha..”
Copeland: “Hahaha! yes! Everyday if it is possible!”
Saya: “When are you guys planning to come back here?”
Copeland: “Wait for us in our reunion shows! Haha..”


 

 

[Words & Interview by Aldy Kusumah / Photos by Sofyan Refliandi]
*This interview also appears in SUAVE MAG